Buda Wage Klawu. Benarkah Tidak Boleh Bertransaksi Dengan Uang ?

Pemdes Menyali 20 November 2019 08:15:46 WITA

Umat Hindu di Bali tak bisa dipisahkan dari ritual atau upacara. Mulai dari Kajeng Kliwon yang rutin dilaksanakan setiap 15 hari sekali, begitupula Purnama Tilem dan hari raya besar lainnya termasuk Buda Wage Klawu.

Buda Wage Klawu ini dirayakan setiap enam bulan sekali atau 210 hari sekali. Pertemuan antara saptawara Buda (Rabu) dengan pancawara Wage serta wuku Klawu inilah yang disebut sebagai hari raya Buda Wage Klawu.

Hari raya ini juga dikenal dengan nama Buda Cemeng Klawu dan dirayakan hari ini, Rabu (20/11/2019). Hari raya ini merupakan pemujaan terhadap Bhatara Rambut Sedana yang dilaksanakan di merajan keluarga, pemilik toko, pura khayangan tiga desa pakraman, maupun pura khayangan jagat di Bali.

Beberapa umat Hindu juga ada yang memaknainya dengan menghaturkan banten di tempat penyimpanan uang maupun di uangnya. Selain itu, dalam lontar Sundarigama disebutkan; Buda waga, ngaraning Buda Cemeng, kalingania adnyana suksema pegating indria, betari manik galih sira mayoga, nurunaken Sang Hyang Ongkara mertha ring sanggar, muang ring luwuring aturu, astawakna ring seri nini kunang duluring diana semadi ring latri kala.

Berdasarkan terjemahan lontar Sundarigama yang diterbitkan oleh Parisada Hindu Darma Kabupaten Tabanan tahun 1976, artinya;

Budha Wage, Budha cemeng namanya, keterangannya ialah, mewujudkan inti hakekat kesucian pikiran, yakni putusnya sifat-sifat kenafsuan, itulah yoga dari Bhatari Manik Galih, dengan jalan menurunkan Sang Hyang Omkara amrta ( inti hakekat kehidupan ), di luar ruang lingkup dunia skala. Maka patut melakukakan widhiwidana dengan: Wangi-wangi, memuja disanggar dan diatas tempat tidur serta menghaturkan kepada Sang Hyang Çri, lalu melakukan renungan suci pada malam harinya.

Selain itu, dalam kepercayaan masyarakat Bali pada hari ini tidak diperbolehkan untuk melakukan transaksi dengan uang misalnya membayar utang, menagih utang atau menabung. Walaupun pada saat ini kepercayaan ini sangat sulit untuk dilaksanakan, namun ada pelajaran berharga yang bisa dipetik bahwa sebagai manusia kita harus mampu untuk mengendalikan diri dan mengekang hawa nafsu. Selain itu menjadi paham bahwa uang bukan segalanya karena di atas segala-galanya masih ada kuasa Tuhan yang mengatur semua itu. (*)



Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Buda Wage Klawu, Ada Kepercayaan Pantang Bertransaksi dengan Uang.












Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

AMBULANCE DESA

SILAHKAN HUBUNGI 081997726261 (I Gede Atita)

Sukai Kami

Kalender Bali

Lokasi Menyali

tampilkan dalam peta lebih besar